Monday, November 19, 2012

Teater DQ, Kabayan di Negeri Mandalika


Mendapat giliran terakhir pentas drama di taman budaya Mataram pada malam Senin(18/11/2012) merupakan suatu tantangan yang di hadapi oleh personil teater DQ karena pada saat terakhir tersebut biasanya para penonton akan cendrung pulang apalagi bila penampilan yang di sajikan kurang bagus, tapi hal itu tidak terjadi pada waktu teater DQ pentas tad malam.


Mendengar sinopsis drama yang di bacakan oleh pihak panitia yang berjudil “kabayan di Negeri Mandalika”, para penonton yang semula akan meninggalkan ruang pentas kembali duduk manis karena mereka penasaran bagaimana ceritanya kabayan ada di pulau Lombok?

Di awali dengan suara musik khas lombok berupa gendang beleq yang sudah biasa di dengar membuat para penonton jadi tambah semangat untuk menonton penampilan anak-anak teater DQ.

Tokoh kabayan(akmaluddin) dan Iteung(ana duana sari) mampu menggugah emosi para  penonton pada saat terjadi dialog antara kabayan yang menciptakan mesin waktu dengan istrinya si iteung yang meminta jatah hidup. Dialog berupa pertengkaran kecil ini yang menghipnotis penonton untuk tetap duduk.

Di sambut lagi dengan penampilan tokoh putri mandalika(Sholatul Arsy) dengan Jamal(M. Danil Aswari) yang berdialog tentang kisah cinta mereka yang tidak di restui oleh orang tua mereka, menambah suasana malam pentas teater DQ menjadi tambah seru dan menggugah para penonton semakin hanyut mendengarkan(mungkin ada yang teringat akan kisah cinta mereka.:) ).

Gelak tawa para penonton semakin terdengar manaka inaq inang putri mandalika tampil dengan suaranya yang nyaring dan lucu plus di tambah dengan aktingnya yang apa adanya.

Akhirnya cerita pentas teater DQ menampilkan tentang putri mandalika yang bunuh diri dengan meminum racun dan bunuh diri jamal dengan menusukkan keris ke dadanya begitu melihat putri mandalika sudah tidak bernyawa lagi terhampar di lantai. (akhir cerita yang seperti ini kayaknya g perlu di ikuti karena hukumnya dosa besar dalam agama islam). Semoga dengan penampilan teater DQ ini bisa mendapatkan juara dan bisa mengangkat nama baik madrasah. Aaamiiin (Alfuad Gapuki)

Lihat juga berita tentang teater DQ ini  Klik disini

Foto pentas teater DQ di taman budaya Mataram bisa di lihat Klik Dsini aja

No comments:

Post a Comment