Saturday, July 7, 2012

SANTRI ADDIINUL QAYYIM KAPEK, SELANGKAH LAGI MENUJU NEGARA AMERIKA

Bagi penggemar Novel Indonesia mungkin pernah membaca novel “ranah 3 warna” karya A.Fuadi. dalam novel itu diceritakan tentang perjuangan seorang Alif anak pesantren di pondok modern Gontor Jawa Timur yang meraih impian agar bisa pergi keluar negeri dan impiannya pun kesampaian bersama teman akrabnya di pondok pesantren.


Cerita dalam novel itu Insya Alloh akan terulang kembali di Pesantren Addiinul Qayyim Kapek dengan peran, Setting dan jenis kelamin yang berbeda. lakon Alif dalam novel tersebut akan berganti dengan Santriwati Addiinul Qayyim yang bernama Siti Maya Zahrani.

Siti Maya Zahrani lahir dari pasangan Amaq Apar dan Inaq Mariah di dusun Kapek Atas Desa Gungunsari. Pekerjaan orang tuanya  sebagai buruh dan ibu rumah tangga.

Sebagai anak ke-6 dari delapan bersaudara ini, Siti Maya Zahrani atau dipanggil dengan Rani, sering membantu kedua orang tuanya menyapu atau mencuci dirumah selepas selesai sekolah maupun bila libur sekolah.

Kegiatan kesehariannya dalam menyiapkan diri untuk seleksi Bina Antar Budaya( the Indonesian Foundation for Intercultural Learning) yang terakhir di Jakarta nanti, Rani mengikuti  les bahasa Inggris untuk memperdalam penguasaan bahasa inggrisnya. Disamping itu Rani juga mengasah keterampilan dengan belajar kerajinan tangan yang ada disekitar lingkungannya.

Tidak lupa Rani selalu berdo’a kepada Alloh SWT agar dimudahkan dalam mengikuti seleksi akhir di Jakarta nanti dan dia juga mengharap bantuan Do’a dari Ustadz-ustadzah, Santriwan/wati Addiinul Qayyim, teman-teman sepermainan, warga masyarakat agar bisa lulus seleksi terakhir ini.

Kepada teman-teman di Addiinul Qayyim Rani berpesan: “Buat teman-teman tetap semangat jangan pernah takut untuk mencoba karena saya berawal dari mencoba dan masalah berhasil atau tida itu masalah belakangan yang penting dari sana kita mendapatkan pengalaman baru”. (Alfuad Gapuki)

No comments:

Post a Comment