Thursday, July 5, 2012

EKSPEDISI 2 ADDIINUL QAYYIM KAPEK KE SEMBALUN DAN BAYAN


Rencana awal keberangkatan ekspedisi kali ini setelah selesai pembagian raport, namun tertunda karena ada acara di Madrasah yang tidak bisa di tinggalkan sehingga rencana untuk ekspedisi 2 akhirnya jadi di laksanakan pada hari Rabu(04/07) kemarin.


Peserta yang mau ikut sebenarnya banyak tapi pas H-1 banyak meng-SMS tidak bisa ikut, ketidak ikutan mereka karena ada acara dan keperluan keluarga sehingga yang positif ikut pada ekspedisi ini berjumlah 7 orang yaitu: M. Amrulloh, MM., M. Tubagus, S.PdI., Ismarli, SS, Ridwan, S.Pd, Ramli Ahmad, M. Deni dan Alfuad Gapuki.

Setelah kumpul di Madrasah, team berangkat sekitar jam 09.35 WITA molor selama 1 jam lebih dari waktu yang telah di rencanakan.

Adapun rute yang di lalui start dari Madrasah Addiinul Qayyim melewati rembiga, sayang-sayang, Sweta, Narmada, Masbagek, Aikmel. Pada pasar Aikmel kemudian lurus melalui jalan kecil melewati Wanasaba, Suela, Hutan Rinjani, Sembalun, Bayan, Tanjung, Hutan Pusuk dan Finish di rumah masing-masing.

Di masjid Suela team istirahat untuk melaksanakan sholat Dhuhur plus menunggu penulis yang telambat datang karena salah jalan. Awal salah jalan ini ketika penulis terpisah dari team karena kebelet mau pipis. Selesai buang hajat disalah satu masjid di loteng akhirnya dengan penuh percaya diri melanjutkan perjalanan sampai ke pasar Aikmel. Dipasar inilah mulai ada misscomunikasi dengan team. Salah satu anggota team menyuruh penulis melalui HP untuk lurus ke timur tanpa memberitahukan jalan mana yang akan dilalui apakan jalan utama atau jalan kecil? Penulis waktu itu istirahat pas di depan pasar Aikmel sambil menanti perintah selanjutnya. Setelah di suruh melanjut ke timur, penulis bertanya kepada penjual jam di pinggir jalan arah ketimur, penjual jam itu bilang kalau arah ke timur itu lurus mengikuti jalan utama yang menuju ke pelabuhan  lombok.
Inilah awal salah jalan dan membuat team pada menunggu di Suela. Benar kata orang “ Malu bertanya ya… jalan-jalan.”.:D

Di lereng pegunung sembalun team istirahat sejenak sambil menikmati snack dan pemandangan lereng gunung yang memukau mata yang memandang. Tidak lupa foto bersama dengan kamera kesayangan penulis.

Puas menikmati pemandangan lereng pegunungan kemudian perjalanan dilanjutkan menuju ke Bayan. Pada pinggir jalan yang dilalui kita akan melihat para wanita muda dan tua yang memetik buah-buahan hasil kebun mereka.

Sesampai di perkampungan warga tidak lupa team ekspedisi istirahat sejenak di warung makan mentagi. Warung ini berada di sebelah kanan jalan dan satu-satunya yang buka yang penulis perhatikan dan harga yang di tawarkan pun tidak begitu mahal dan di jamin memuaskan apalagi ketika perut sudah pada demo minta di isi.

Di pos 1 pendakian gunung Rinjani team sempat berfoto bersama untuk kenang-kenangan. Setelah puas berfoto kemudian perjalanan di lanjutkan menuju kebayan. Jalan yang di lalui pun masih berupa jalan pegunungan yang banyak tikungan, tanjakan plus jalan “dangdut”.

Pada perjalanan ini ada peristiwa kecil terjadi, motor yang di pakai oleh Pak Amrulloh dan Ramli Ahmad ban belakangnya gembos karena kemasukan potongan besi dan gembosnya pun diketahui   pas di depan tukang tambal ban. Tidak membutuhkan waktu yang lama ban motorpun di tambal langsung. Selesai ditambal kemudian perjalanan dilanjutkan menuju bayan. Tidak lengkap rasanya kalau ke Bayan tidak singgah di Masjid Tua Bayan.

Sebelum masuk ke situs Masjid Tua Bayan terlebih dahulu minta ijin pada warga yang berada didepan masjid. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan kita kepada warga masyarakat. Dimasjid tua bayan ini pun team melakukan foto bersama lagi sambil melihat-lihat situs masjid yang dipelihara oleh negara ini.

Masjid Tua Bayan ini masih terasa alami sekali. Bahan yang digunakan untuk dindingnya masih berupa potongan bambu yang dianyam kemudian atapnya menggunakan daun alang-alang. Dan di depan masjid masih ada bong tempat untuk berwudhu jamaah. Disamping masjid terlihat makam para sesepuh maupun tokoh yang telah meninggal dunia.

Selesai dari masjid tau bayan kemudian perjalanan dilanjutkan menuju ke tanjung. Pada perjalanan menuju ke tanjung inilah panta* terasa sakit karena terlalu lama duduk di jock motor, namun sakit yang terasa sangat sebanding dengan kepuasan yang didapat dalam ekspedisi ini apalagi bisa memotret panorama alam ciptaan Alloh ini. Terbersit dalam hati ingin kembali melakukan ekspedisi biar puas melakukan pemotretan apalagi kalau ada model yang bisa di potret.:) (Alfuad Gapuki)






No comments:

Post a Comment