Sunday, April 29, 2012

Ekspedisi Silaturrahmi Ustadz Addiinul Qayyim Ke Dusun Penanggak Kec. Batu Layar

Setelah menyelesaikan acara memilihan pengurus cabang ISDIQO(Ikatan Santri dan Alumni Addiinul Qayyim) kecamatan Batu Layar yang bertempat di pantai Dudeq sebelah barat Makam Batu Layar pada siang tadi, para Ustadz ADQ yang di pimpin oleh Ustadz H. Abdul Wahid, M.Si dan H. Zahrul Maliki, SH melanjutkan perjalanan menuju ke Dusun Penegak Kecamatan Batu Layar.


Waktu menunjukkan pukul 11. 30 WITA saat para Ustadz ADQ berangkat melewati Kampung Melase tepatnya di samping kantor Kecamatan Batu Layar. Masuk melewati kampung Melase udah mulai terasa jalan yang belum beraspal yang penuh dengan batu-batu kecil sisa pengaspalan yang asal jadi di buat. Motor yang di pakai udah mulai pada goyang menandakan tantangan yang di lalui akan semakin terjal.

Benar juga perkiraan  para Ustadz ADQ, semakin jauh mengikuti jalan yang di lalui, rintangan yang di hadapi sudah mulai terasa. Jalan yang rusak plus amburadul selalu menyapa dengan tenang perjalanan para Ustadz menuju Dusun Penegak.

Namun indahnya pemandangan pantai dari jalan yang rusak yang kita lalui dapat menghibur hati sesaat walaupun Cuma dapat melihat dengan sekilas aja karena takut motor yang kita pakai terpelesat di jalan yang menanjak yang  penuh dengan kerikil-kerikil nakal yang tajam.

Dalam perjalanan yang mendebarkan dan menantang tersebut, kita menemukan sebuah musholla di tengah-tengah pegunungan dan kitapun secara berjamaah melaksanakan sholat Dhuhur. Ada yang berbeda dengan musholla yang kita pakai untuk sholat Dhuhur, kalau Musholla atau Masjid biasanya mempunyai sumur yang berada di luar bangunannya namun di musholla yang kita pakai itu sumurnya berada di dalam bangunan masjid tersebut. Setelah di dekati ternyata sumurnya itu Cuma sumur-sumuran yang isinya berupa air hujan yang di tampung yang di pakai untuk keperluan berwudhu.

Selesai melaksanakan sholat Dhuhur kemudian melanjutkan perjalanan menuju puncak pegunungan di rumah salah satu santri Mts. Addiinul Qayyim.  Sampai di rumahnya yang sederhena, tidak lupa kita di sambut oleh tuan rumah dengan sangat ramahnya dan kitapun di antar menuju rumah santri yang lainnya.

Sungguh perjalanan ekspedisi ini sangat-sangat menyentuh hati dan mendebarkan sekaligus menantang. Rasanya kalau tidak lagi kembali ke dusun Penanggak akan merasa kehilangan moment-moment pemandangan alam dan pantai yang bisa kita lihat dari atas pebukitan.  Bagi yang hobby fotografi kami sarankan untuk pergi kesana untuk memotret pemandangan alam dan pantai sepuasnya.

Semoga dengan ekspedisi ini para wali santri dan Ustadz Addiinul Qayyim tetap terjalin silaturrahmi hingga akhir hayat nanti. Aamiin.  (Alfuad Gapuki)

dokumentasi foto kegiatan  ekspedisi ini bisa dilihat pada  http://papuqfotografi.blogspot.com/2012/04/foto-ekspedisi-silaturrahmi-ustadz.html


No comments:

Post a Comment